BukuResensiKu - Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Judul : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerjemah : Ridwana Saleh
Penerbit : Mizan
Tebal Buku : 284 Halaman
ISBN : 9789794334157
Rating : 4 dari 5 




"Jika aku membaca sebuah buku yang kusukai, rasanya apa yang kubaca membawa pikiranku terbang melayang keluar dari buku itu. Buku kan bukan hanya terdiri dari kata-kata atau gambar di atas kertas belaka, melainkan juga semua yang aku bayangkan saat membacanya." --- halaman 42


Blurb:



Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku-surat itu. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dalam dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. 





***


Berit dan Nils baru saja menghabiskan liburan bersama. Saat mereka tengah berlibur itulah keduanya membeli sebuah buku dan memutuskan untuk membuat buku surat yang akan dikirimkan bolak-balik Fjærland ke Oslo. Pada mulanya, buku mereka diisi dengan cerita-cerita menarik seputar liburan mereka, seperti misalnya ketika mereka mengunjungi Pondok Flatbre  dan menuliskan buku tamu di sana dengan selarik puisi:


Dalam keriangan musim panas ini,

Segelas Coca-Cola kami nikmati,
Nils dan Berit, itulah kami,
Menghabiskan liburan kami di sini.
Sangat indah di atas sini,
Sampai kami tak ingin pergi.

Lalu, surat-surat selanjutnya diisi dengan menggosipkan seseorang yang dianggap aneh oleh mereka yakni Bibbi Bokken. Siapakah sosok Bibbi Bokken ini? Ternyata dia adalah seorang wanita misterius yang memiliki ketertarikan dengan buku dan perpustakaan. Selama melakukan korespondensi, Berit dan Nils merasakan kejanggalan yang tiba-tiba terjadi dalam kehidupan mereka, misalnya tiba-tiba ada orang yang mengikuti mereka, atau tentang kecurigaan bahwa Bibbi Bokken adalah anggota sindikat perdagangan buku langka internasional.

Kejadian langka tersebut bermula ketika Berit menemukan surat yang terjatuh dari tas wanita itu, dari Sirri si Campo dei Fiori yang mengatakan bahwa tahun depan akan diterbitkan sebuah buku misterius dan juga cerita tentang perpustakaan ajaib. Nils juga merasa diikuti oleh seseorang bernama Mr Smiley yang dicurigai mengincar buku surat mereka berdua. Bahkan, guru sekolahnya pun ikut penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Nils ketika ia dalam tugas karangannya menggunakan nama Bibbi Bokken sebagai tokoh utamanya.



Ketika Nils menceritakan kepada Berit bahwa dia akan pergi ke Roma karena Ibunya memenangkan sayembara penulisan cerita pendek, Nils pun memeberitahukan kepada sepupunya itu tentang kejadian aneh yang menimpanya, seolah Bibbi Bokken (atau Mr Smiley?) adalah dalang di balik kejadian ganjil ini semua.


***


Dunia perpustakaan menjadi tema dalam novel anak-remaja ini. Tokoh utamanya adalah anak-anak kelas enam sekolah dasar yang beranjak dewasa, diliputi banyak rasa ingin tahu yang tinggi, juga berjiwa petualang yang membuat karakter tokohnya keluar dan bersesuaian dengan tema yang diangkat. Meskipun, tema yang diusung cukup berat seputar dunia perbukuan yang bahkan pembaca usia dewasa saja tidak terlalu paham dengannya. Istilah bibliografi, incabula, Guttenberg, Dewey, disajikan dalam sudut pandang keingintahuan anak-anak sehingga kesan 'berat' tidak tinggal dalam benak pembaca. Bahkan apabila dibaca oleh anak seusia karakternya.

Buku yang menarik tentang buku, perpustakaan, dan minat baca tulis bagi anak-anak usia remaja.



"Siapa pun yang membaca buku, punya mata di berbagai tempat yang unik." --- halaman 247

Mulanya saya mengira novel ini akan berpola mirip dengan Dunia Sophie. Jadi, hal-hal absurd yang terjadi di bagian awal (mungkin untuk yang nggak sabar menyimak cerita ini akan bosan dan malas melanjutkan) saya terima saja sambil menebak-nebak maksud cerita. Tapi, saya kok kayaknya yakin penulis memiliki twist yang sama dengan si Sophie itu. Eh ternyata tebakan saya salah besar. Di bagian kedua, saya mulai menikmati alur cerita, apalagi informasi seputar buku, misalnya tentang Klasifikasi Dewey (membuat saya iseng cek buku perpus dan lihat di tabelnya), lalu hal-hal yang berhubungan dengan perbukuan dan perpustakaan menambah informasi. Yang paling saya suka adalah kisah yang berhubungan dengan Gutenberg dan huruf bongkar pasangnya. Dan lagi, karena novel ini ditujukan untuk semua usia, saya jadi seolah-olah ikut kembali ke masa anak-anak menuju remaja itu, hehehe.



Meskipun tidak secanggih karya Gaarder lainnya, saya tetap suka membacanya.

Jadi, sama seperti atom dan molekul bisa menjadi seekor beruang, huruf-huruf tersebut pun dapat menjadi kisah Pooh si Beruang --- halaman 218 


~ MyBookComic

Do you Like This BukuResensiKu - Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken ? Let's Share via